Subscribe to Yuliani.Net Subscribe to Yuliani.Net's comments

Ada satu pohon mangga besar yang selama ini menyejukkan rumah dengan kerindangan daunnya. Sayang sekali angin besar yang akhir2 ini sering melanda Jogja membuatku memutuskan untuk menebangnya. Untuk menebang pohon besar ini, kami minta tolong tetangga yang sudah biasa menebang pohon. Tiga orang yang akan menebang dan satu orang sebut saja bapak M sebagai pemimpinnya (maksudnya disini adalah orang yang kami hubungi)

Kami sepakat dengan biaya yang ditawarkan. Per orang Rp 60 ribu dan diperkirakan selesai dalam 2 hari. Aku setuju dengan catatan itu sudah termasuk biaya membuang semua sampah yang pasti akan sangat banyak.

Pekerjaanpun dimulai dan ternyata pada hari pertama, mereka bisa menyelesaikan hampir 70% volume pekerjaan. Pada hari kedua, bapak M tidak datang dan pekerjaan sisanya hanya dikerjakan oleh 2 orang temannya. Sebenarnya aku agak jengkel juga, karena bapak M ini yang aku beri pekerjaan kok malah dia gak datang pada hari kedua.

Tapi kejengkelanku hilang setelah aku tahu alasan dia tidak datang. Dia mengatakan bahwa kalau dikerjakan oleh tiga orang maka volume pekerjaan itu terlalu sedikit sehingga aku sebagai pengguna jasa dia akan dirugikan karena harus membayar lebih dari yang seharusnya. Dia lebih memilih dirinya tidak masuk, supaya kedua temannya bisa menyelesaikan pekerjaan itu dan mendapatkan penghasilan sesuai rencana.

Sungguh suatu sikap yang mulia karena dia lebih memikirkan keuntungan stake holder (kami yang menggunakan tenaga dia) dan anak buahnya. Dengan apa yang dilakukannya berarti dia kehilangan penghasilan untuk hari tersebut. Padahal dia yang mendapatkan pekerjaan itu, tetapi lebih memilih supaya temannya yang mendapat penghasilan lebih.

Masih adakah pemimpin yang seperti dia…..yang lebih memikirkan anak buah dan stake holder dibandingkan dirinya, walaupun itu berarti mengorbankan keluarganya juga????

Sepertinya ini bisa menjadi refleksi yang dalam…..


Leave a Reply