Subscribe to Yuliani.Net Subscribe to Yuliani.Net's comments

Sejak 26 Oktober 2010 kemaren, gunung Merapi beraktifitas cukup tinggi. Sampai pada letusan terbesarnya yang membuat hujan abu cukup intens di Jogja pada 5 November 2010. Sekolah2 di Jogjakarta diliburkan karena kondisi yang tidak kondusif dan mencemaskan. Anak2kupun tidak masuk sekolah karena kondisi sekolah yang penuh abu vulkanik.

Biasanya anak2ku akan bosan kalo harus di rumah seharian dan tidak ada kegiatan keluar. Maka hari Sabtu, 6 November 2010 suamiku dan aku berinisiatif mengajak anak2ku membuat nasi bungkus untuk korban letusan gunung Merapi. Ternyata kegiatan itu cukup mengasikkan bagi kami sekeluarga. Banyak hal dapat kami petik dari kegiatan tersebut.

Yang jelas kami ingin anak2 mempunyai kepedulian pada sesama, walaupun hanya dengan melakukan hal yang sederhana membuat nasi bungkus dan jumlahnyapun tidak terlalu banyak (50 bungkus). Kami ingin anak2 tahu bahwa menolong sesama tidaklah harus dengan tindakan yang heroik, yang terpenting adalah melakukannya dengan ketulusan hati, menghindarkan diri dari pamrih.

Dalam kegiatan itu, anak2 juga belajar memasak. Lauk yang kami bagikan adalah masakan anak2, aku kebagian masak sayur sedangkan suamiku menanak nasi. Shania dan Angela yang tadinya takut menggoreng jadi berani, bahkan mereka sampai merasakan terkena cipratan minyak goreng. Mereka jadi bisa membayangkan bagaimana rasanya tubuh yang melepuh terkena awan panas Merapi. Empati mereka terhadap korban Merapi menjadi bertambah. Dan aku berharap mereka menjadi lebih bisa bersyukur dengan kesehatan dan penyertaan Tuhan kepada mereka.

Pelajaran lain adalah kami jadi semakin dekat satu sama lain. Ada kebersamaan yang kami rasakan saat menyiapkan nasi bungkus. Suamiku dan aku mencoba mengajarkan kerja dalam team kepada anak2 kami. Kerjasama yang kami lakukan saat menyiapkan nasi bungkus merupakan contoh langsung bagaimana harus bekerja dalam satu team. Tidak ada yang saling menonjolkan diri, semua mengerjakan bagian masing2 dengan penuh tanggungjawab. Keberhasilan kerja dalam team adalah kebersamaan mencapai tujuan.

Yang jelas kegiatan itu menyenangkan bagi kami, sehingga mampu sedikit menghilangkan kecemasan karena kondisi akibat letusan Merapi.

Jadi walaupun di rumah anak2ku tetap belajar, belajar ketrampilan untuk hidup (memasak) dan character building (kepedulian pada sesama dan empati).


3 Responses

  1. #1
    novpras 

    keluarga yang keren….. mantabs *4 jempol maju*

    salam kenal

    novpras

  2. #2
    8shi 

    semoga semua disana semakin membaik..
    dan semoga saya punya kesempatan punya keluarga yang seperti mbak punya…
    nice note mbak :)

  3. #3
    erzasyah 

    keren bgd si
    salut
    3 jempol

Leave a Reply