Subscribe to Yuliani.Net Subscribe to Yuliani.Net's comments

Saat itu reuni SMA, 20 tahun sudah kami lulus SMA

Ada seorang teman yang bertanya kepadaku:

“Masa sih selama ini gak ada yang mau sama kamu, kok masih sama yang itu terus sih”

Agak tertegun juga mendapat pertanyaan itu. Sebuah pertanyaan yang sangat reflektif. Kemudian aku menjadi bertanya-tanya, iya ya kenapa sejak pacaran di SMA dulu sampai akhirnya menikah kami tidak terpisahkan.

Aku jadi mengingat-ingat lagi kejadian masa lampau dan berusaha merefleksikannya.

Dulu mulanya aku dan dia bersahabat, kami bisa bercerita apa yang kami alami hari itu. Dan hal itu terus berlanjut sampai kami pacaran. Cerita apa saja tanpa harus ada yang ditutup2i, walaupu kadang agak menyakitkan tapi tetap saja cerita apa adanya. Dan sekarang…..Puji Tuhan masih saja tidak ada rahasia diantara kami.

Dia bisa menerima aku apa adanya, tidak pernah menuntut aku berubah sesuai keinginannya. Kami bisa saling mengisi, seperti kunci dan gembok. Dua pribadi yang berbeda tetapi saling mengisi untuk bisa berfungsi.

Selalu ada saat aku membutuhkan bahunya untuk bersandar. Tidak menasehati dengan banyak kata2, cukup menyediakan bahu untuk bersandar, mendengar semua keluh kesahku. Menyediakan jalan keluar yang kubutuhkan saat aku sudah putus asa.

Memberi ruang pribadi bagiku. Dari dulupun dia selalu memberikan ruang pribadi, sesuatu yang tidak pernah dicampurinya. Tidak pernah memasukinya tetapi dengan antusias mendengar cerita2 yang ada didalamnya.

Mencintaiku tanpa menuntut balas. Seringkali bahkan mengorbankan kepentingannya untuk diriku. Bahkan kelemahankupun tidak membuatnya berduka.

Apalagi yang aku cari jika semua sudah ada didalam dirinya. Walaupun ada beberapa yang dekat denganku, tidak pernah ada yang seperti dirinya.

Jadi kenapa kok masih sama yang itu terus? Karena dia sempurna bagiku.


Leave a Reply